Senin, 17 Desember 2012

Pectin Apel



 

Apel adalah salah satu buah sangat terkenal kaya akan serat dan zat antioksidan. Sudah tentu apel pun kaya vitamin C. Maka dari itu, apel bisa juga diandalkan sebagai penurun kolesterol.Sebaiknya apel dikonsumsi beserta kulitnya, karena di kulit inilah terdapat kandungan pektin(serat larut yang ampuh sekali dalam menurunkan kadar kolesterol) dan antioksidan paling banyak. Selain itu, pektin ini mampu mengikat berbagai zat, termasuk kolesterol, dan mengurangi penyerapannya dari saluran usus. Bentuk serat ini dapat menurunkan tingkat kolesterol darah. Hasil penelitian memperlihatkan, pektin apel dapat mengurangi kandungan kolesterol LDL sebanyak 10%. Kolesterol LDL merupakan penyebab penyakit jantung dan stroke. Selain menurunkan LDL, apel tidak mengurangi kolesterol HDL atau kolesterol 'baik'. Sehingga apel diperkirakan mampu memperkecil risiko penyakit jantung hingga 20%.
Pectin adalah karbohidrat yang berasal dari buah citrus atau apel yang telah dimurnikan.Pectin digunakan dalam pengobatan diare,biasanya dalam kombinasi dengan adsorben lainnya.Attapulgite maupun pectin diklaim dapat mengadsorpsi toksin,gas, bakteri,dan virus yang terdapat dalam lumen usus.

Pektin (serat larut) dalam apel tidak hanya bermanfaat menurunkan kolesterol, namun dapat mengikat logam berat, seperti timbal dan merkuri, dan mengeluarkannya dari tubuh. Kedua jenis serat dalam apel (larut dan tak larut) dapat berfungsi sebagai pelindung munculnya kanker. Mekanismenya melalui pencegahan konstipasi (sulit buang air besar) sehingga substansi toxic dapat segera dikeluarkan melalui feses. Pektin juga bermanfaat mengatasi diare karena kemampuannya membentuk feses tetap lunak, bulky, dan tidak cair.

Serat Pectin merupakan senyawa polisakarida yang bisa larut dalam air dan membentuk cairan kental (jelly) yang disebut mucilage/ mucilagines.Cairan ini dapat berfungsi sebagai pelindung yang melapisi dinding lambung dan usus,sehingga akan terlindungi bila terdapat luka,toksin kuman atau asam lambung yang berlebih.Karena termasuk serat larut air,kelebihan pectin adalah tidak ikut terbuang bersama carrion (kotoran) dan akan tetap berada dalam arrangement pencernaan. Pektin banyak terdapat pada kulit buah apel,jeruk.Serat pectin ini memiliki beberapa fungsi antara lain :
  • Merangsang gerak peristaltic usus sehingga pencernaan terhadap makanan menjadi lebih baik.
  • Membentuk aggregate makanan sehingga memberikan rasa kenyang.
  • Melunakkan dan memadatkan feses sehingga memudahkan defikasi (buang air besar) dan mencegah konstipasi (sembelit).
  • Mencegah penyerapan lemak dan kolesterol, karena serat merangsang sekresi (pengeluaran) getah empedu yang membuat lemak menjadi emulsi dan terbuang bersama feses (kotoran).
  • Memperlambat penyerapan glukosa sehingga membantu mencegah kenaikan gukosa (gula darah) pada penderita diabetes mellitus.
  • Membentuk lapiasan gel di dinding lambung sehingga efektif mengatasi penyakit maag.
  • Mencegah terjadinya kanker usus terutama kanker colon (usus besar).
  • Pektin juga dikenal sebagai antikolesterol,bila berinteraksi dengan vitamin C dapat menurunkan kolesterol darah.Selain itu,pectin juga dapat menyerap kelebihan air dalam usus dan memperlunak feses serta mengikat dan menghilangkan racun dalam isi usus.
  • Pektin apel membantu proses detoksifikasi dengan membuang racun dalam saluran pencernaan
  • Pektin apel membantu dalam penurunan berat badan.
  • Pektin apel membantu tingkat keseimbangan asam
  • mencegah pembentukan batu empedu.
  • sebagai anti-karsinogenik zat untuk mencegah beberapa jenis kanker


Pektin merupakan segolongan polimer heterosakarida yang diperolehdari dinding sel tumbuhan darat. Pertama kali diisolasi oleh HenriBraconnot tahun 1825. Wujud pektin yang diekstrak adalah bubuk putih hinggacoklat terang.Pektin pada sel tumbuhan merupakan penyusun lamela tengah, lapisanpenyusun awal dinding sel. Sel-sel tertentu, seperti buah, cenderung mengumpulkanlebih banyak pektin. Pektinlah yang biasanya bertanggung jawab atas sifat "lekat"(Jawa:pliket )apabila seseorang mengupas buah. Pektin banyak terkandung padakulit buah jeruk, apel, coklat, dan banyak lagi. Selain itu juga terdapat pada daun jambu biji.Penyusun utama pectin biasanya polimer asam D-galakturonat, yang terikatdengan α-1,4 glikosidik. Asam galakturonat memiliki gugus karboksil yang dapatsaling berikatan dengan ion Mg2+atau Ca2+  sehingga berkas-berkas polimer "berlekatan" satu sama lain. Ini menyebabkan rasa "lengket" pada kulit. Tanpakehadiran kedua ion ini, pektin larut dalam air. Garam-garam Mg- atau Ca-pektindapat membentuk gel, karena ikatan itu berstruktur amorf (tak berbentuk pasti)yangdapat mengembang bila molekul air "terjerat" di antara ruang-ruang (Anonimc, 2010)

Isolasi
Isolasi pektin dari buah apel dilakukan dengan cara memotong buah apel sertakulitnya hingga berukuran 1 cm3 kemudianditambah larutan asam sitrat pH 3 dandipanaskan. Pemanasan dilakukan pada suhu 85-90° C dengan pertimbanganbahwa semakin tinggi suhu, proses inaktivasi enzim akan meningkat (Winarno,1983). Isolasi pektin menggunakan asam sitrat juga ada kelebihannya, yaitumenghasilkan pectin yang berwarna putih, karena tidak mengalami pencoklatan.Kemudian ditambahkan kieselgur untuk membantu proses penyaringan karenakieselgur mempunyai prioritas yang tinggi dan luas permukaan yang besar (Touehstone,1956). Kemudian dilakukan penyaringan dengan kertas saring padacorong Buchner dengan penghisapan untuk membebaskan fitrat dari kotoran organicdan anorganik. Lalu ditambahkan etanol sehingga terjadi salting out . Pencucianendapan pectin dengan etanol dilakukan sampai pectin berwarna putih.(Anonim,2010).

Identifikasi
1. Panaskan 1 g dengan 9 mL air di atas tangas uap hingga terbentuk larutan, gantiair yang hilang karena penguapan: terbentuk gel yang kaku pada pendinginan.
2. Pada larutan (1 dalam 100)Tambahkan etanol   volume sama; terbentukendapan bening, seperti gelatin (perbedaan dari kebnyakan gom).
3. Pada 10 ml larutan (1 dalam 100)tambahkan 1 ml torium nitrat LP , aduk,biarkan selama 15 menit; terbentuk endapan stabil atau gel (perbedaan darigom).
4. Pada 5 ml larutan (1 dalam 100)tambahkan 1 ml natrium hidroksida 2 N , biarkanselama 15 menit: terbentuk gel atau semi gel (perbedaan dengan tragakan).
5. Asamkan gel dari pengujian terdahulu dengan asam klorida 3 N , kocok: terbentukendapan seperti gelatin, tidak berwarna dan ruah, yang menjadi putih danbergumpal bila dididihkan (asam pektat).(Anonim, 1994)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar