Senin, 15 Oktober 2012

Empat Anggota Flavonoid yang Penting


Kita sangat dianjurkan untuk banyak memakan buah-buahan dan sayuran segar. Hal ini bukan hanya karena buah dan sayuran mengandung banyak vitamin, mineral, rendah kalori, rendah lemak, dan tinggi serat. Selain itu buah dan sayuran juga mengandung banyak flavonoid, suatu komponen yang memberikan warna dan rasa pada buah dan sayuran.

Flavonoid, disebut juga bioflavonoid, memberikan warna cerah pada buah-buahan dan sayuran. Zat kimia rumit ini yang membuat jeruk, paprika, dan berry memiliki warna-warna yang sangat menarik. Selain membuat warna dan rasa yang menarik bagi buah dan sayuran, flavonoid juga memberikan perlindungan antioksidan bagi yang memakannya.

Flavonoid merupakan bagian dari keluarga yang jauh lebih besar dari zat tumbuhan yang disebut phytochemical. Sejauh ini, para ilmuwan telah menemukan lebih dari 4.000 fitokimia berbeda dalam tanaman. Lebih dari 600 adalah flavonoid atau karotenoid, dan sekitar 50 sampai 60 jenis zat itu akan tetap aktif setelah anda memakannya dan sangat berharga untuk kesehatan. Sebagian besar flavonoid merupakan antioksidan yang sangat bermanfaat, ada yang memiliki kemampuan meringankan pembengkakan, nyeri, dan reaksi alergi, bahkan sebagian dapat membantu anda melawan virus.

Ada begitu banyak jenis flavonoid, semuanya sangat bermanfaat bagi tubuh kita dan kiranya masih banyak lagi yang belum kita ketahui. Beberapa jenis flavonoid yang benar-benar penting, antara lain karoten alpha,

Berikut beberapa jenis flavonoid yang mungkin anda sudah familiar dengannya:

1. Karotenoid

Wortel, ubi jalar, labu, dan bahan makanan lain yang berwarna oranye dan merah mendapatkan warna dari zat yang disebut karotenoid. Karotenoid juga ditemukan pada sayuran berdaun hijau seperti brokoli, kangkung, bayam, dan kubis.

Terdapat tiga anggoa karoten yang penting yaitu: alpha karoten, beta-cryptoxanthin, dan likopen. Tubuh dapat mengubah alpha karoten dan beta karoten menjadi Vitamin A.

Alpha karoten merupakan antioksidan yang jauh lebih kuat dari sepupunya beta karoten, terutama berguna untuk mengatasi radikal bebas. Alpha karoten ditemukan dalam semua makanan yang sama seperti beta karoten, termasuk wortel, ubi jalar,melon, brokoli, kiwi, bayam, mangga, dan squash. Jumlah alpha karoten dalam makanan adalah sekitar 10 sampai 20 persen dari jumlah beta karoten.

Beta cryptoxanthin terdapat pada jeruk, mangga, pepaya, melon, persik, dan squash. Jenis antioksidan ini sangat baik untuk mengatasi radikal bebas.

Lycopene, antioksidan yang berkemampuan melawan kanker ini ditemukan dalam jumlah besar pada tomat, zat ini juga yang memberikan warna merah pada tomat. Semangka dan anggur merah juga memiliki lycopen, tetapi dalam jumlah yang jauh lebih sedikit. Orang yang banyak memakan tomat memiliki resiko yang rendah akan kanker prostat. Secara umum, lycopene tampaknya memberikan perlindungan terhadap kanker pada saluran pencernaan, termasuk kanker usus besar, dan terhadap kanker paru-paru. Penelitian terbaru menunjukkan lycopene yang juga dapat membantu mencegah penyakit jantung.

2. Xanthophylls

Xanthopill termasuk karotenoid yang banyak ditemukan pada sayuran berdaun hijau gelap. Di dalam tubuh, xanthopil tidak diubah menjadi vitamin A. Anggota xanthopil, lutein dan zeaxanthin, berkemampuan melindungi mata dari serangan radikal bebas. Zeaxanthin membantu melindungi sel-sel halus makula, bagian dari retina, dari efek berbahaya dari ultraviolet yang terdapat pada sinar matahari.

Capsanthin, salah satu antioksidan xantofil, ditemukan pada cabai dan paprika yang berwarna merah, semakin merah semakin baik.

3. Quercetin

Quercetin merupakan flavonoid yang sangat aktif dan menjadi zat penting dalam banyak tanaman obat.

Bawang merupakan bahan makanan yang mengandung banyak quercetin, masyarakat tradisional banyak menggunakan bawang untuk mengobati asma dan alergi. Selain itu, quercetin juga dapat membantu mencegah kanker dengan menghalangi pertumbuhan sel kanker.

4. Anthocyanin

Anthocyanin merupakan antioksidan pembasmi radikal bebas yang sangat efektif, terutama pada pembuluh darah kecil di mata anda. Anthocyanin bermanfaat untuk mencegah masalah mata,terutama yang mempengaruhi retina Anda, seperti degenerasi makula.

Sebagian besar tumbuhan memiliki kandungan antosianin terbesar pada bagian buahnya. Sebagian tanaman lain, seperti teh, kakao, serealia, buncis, kubis merah dan petunia juga memiliki kandungan antosinin pada bagian tubuh selain buah. Anggur merupakan buah yang paling banyak dimanfaatkan sebagai sumber antosianin karena kandungan pigmen tersebut cuku tinggi di dalam kulit anggur. Ubi jalar dan rosella juga merupakan sumber makanan yang mengandung antosianin.

1. dari keempat jenis flavonoid ini ,ada yang disebut Quercetin, bagaimana peran quercetin dan terdapat dalam tanaman apa saja?? 

2.  quercetin juga berperan sebagai antioksidan, ada 3 gugus yang berperan dalam menjaga kestabilan&sebagai antioksidan pada quercetin,,,apa nama ketiga gugus tersebut??, 

5 komentar:

  1. Kuersetin (Qouecetin) adalah salah satu zat aktif kelas falvonoid yang secara biologis amat kuat. Bila vitamin C mempunyai aktivitas antioksidan 1, maka kuersetin memiliki aktivitas antioksidan 4,7.
    Kuersetin dipercaya dapat melindungi tubuh dari beberapa jenis penyakit degenerative dengan cara mencegah terjadinya proses peroksida lemak. Kuersetin memperlihatkan kemampuan mencegah proses oksidasi dari Low Density Lipporoteins (LDL) dengan cara menangkap radikal bebas dan menghelat ion logam transisi.

    kandungan kuersetin pada beberapa jenis makanan.
    Food Source Qouersetin Content (mg/100g)
    Apple, with skin 4,42
    Broccoli, raw 3,21
    Raw Onions 13,27
    Spinach, raw 4,86
    Black tea leavers, dry 204,66
    Green tea leavers, dry 255,55
    Red wine 0,84

    BalasHapus
  2. menurut saya : ada 3 gugus dari struktur kuersetin yang membantu dalam menjaga kestabilan dan bertindak sebagai antioksidan ketika bereaksi dengan radikal bebas antara lain :
    1. gugus o- dihidroksil pada cincin B
    2. gugus 4- oxo dalam konjugasi dengan alkena 2,3
    3. gugus 3 dan 5- hidroksil.
    gugus tersebut dapat mendonorkan elektron kepada cincin yang akan meningkatkan jumlah resonansi dari struktur benzen senyawa kuersetin

    BalasHapus
  3. terimakasih tmn2 atas komentarnya.............

    BalasHapus
  4. Sifat antioksidan dari senyawa kuersetin mampu menginhibisi proses karsinogegesis. Senyawa karsinogen merupakan senyawa yang mampu mengoksidasi DNA sehingga terjadi mutasi (Kakizoe, 2003).
    Kuersetin sebagai antioksidan dapat mencegah terjadinya oksidasi pada fase inisiasi maupun propagasi. Pada tahap inisiasi kuersetin mampu menstabilkan radikal bebas yang dibentuk oleh senyawa karsinogen seperti radikal oksigen, peroksida dan superoksida (Gordon, 1990). Kuersetin menstabilkan senyawa-senyawa tersebut melalui reaksi hidrogenasi maupun pembentukan kompleks (Ren, et al., 2003). Melalui reaksi tersebut radikal bebas diubah menjadi bentuk yang lebih stabil sehingga tidak mampu mengoksidasi DNA.

    BalasHapus
  5. Flavonol terdiri atas quercetin; yang umumnya merupakan
    komponen terbanyak dalam tanaman, kaempferol, dan myricetin. Flavone;
    yang terdiri atas apigenin dan luteolin, hanya ditemukan pada bahan pangan
    tertentu, contohnya seledri, lada (hanya luteolin), dan peterseli (hanya
    apigenin) (Lee, 2000). Dalam sayuran, quercertin glikosida merupakan
    komponen yang paling menonjol. Namun, terdapat pula glikosida dari
    kaempferol, luteolin, dan apigenin (Hertog et al. (a), 1992).

    BalasHapus