Kita
sangat dianjurkan untuk banyak memakan buah-buahan dan sayuran segar.
Hal ini bukan hanya karena buah dan sayuran mengandung banyak vitamin,
mineral, rendah kalori, rendah lemak, dan tinggi serat. Selain itu buah
dan sayuran juga mengandung banyak flavonoid, suatu komponen yang
memberikan warna dan rasa pada buah dan sayuran.
Flavonoid,
disebut juga bioflavonoid, memberikan warna cerah pada buah-buahan dan
sayuran. Zat kimia rumit ini yang membuat jeruk, paprika, dan berry
memiliki warna-warna yang sangat menarik. Selain membuat warna dan rasa
yang menarik bagi buah dan sayuran, flavonoid juga memberikan
perlindungan antioksidan bagi yang memakannya.
Flavonoid
merupakan bagian dari keluarga yang jauh lebih besar dari zat tumbuhan
yang disebut phytochemical. Sejauh ini, para ilmuwan telah menemukan
lebih dari 4.000 fitokimia berbeda dalam tanaman. Lebih dari 600 adalah
flavonoid atau karotenoid, dan sekitar 50 sampai 60 jenis zat itu akan
tetap aktif setelah anda memakannya dan sangat berharga untuk kesehatan.
Sebagian besar flavonoid merupakan antioksidan yang sangat bermanfaat,
ada yang memiliki kemampuan meringankan pembengkakan, nyeri, dan reaksi
alergi, bahkan sebagian dapat membantu anda melawan virus.
Ada
begitu banyak jenis flavonoid, semuanya sangat bermanfaat bagi tubuh
kita dan kiranya masih banyak lagi yang belum kita ketahui. Beberapa
jenis flavonoid yang benar-benar penting, antara lain karoten alpha,
Berikut beberapa jenis flavonoid yang mungkin anda sudah familiar dengannya:
1. Karotenoid
Wortel, ubi jalar, labu, dan bahan
makanan lain yang berwarna oranye dan merah mendapatkan warna dari zat
yang disebut karotenoid. Karotenoid juga ditemukan pada sayuran berdaun
hijau seperti brokoli, kangkung, bayam, dan kubis.
Terdapat tiga
anggoa karoten yang penting yaitu: alpha karoten, beta-cryptoxanthin,
dan likopen. Tubuh dapat mengubah alpha karoten dan beta karoten menjadi
Vitamin A.
Alpha karoten merupakan antioksidan yang jauh lebih
kuat dari sepupunya beta karoten, terutama berguna untuk mengatasi
radikal bebas. Alpha karoten ditemukan dalam semua makanan yang sama
seperti beta karoten, termasuk wortel, ubi jalar,melon, brokoli, kiwi,
bayam, mangga, dan squash. Jumlah alpha karoten dalam makanan adalah
sekitar 10 sampai 20 persen dari jumlah beta karoten.
Beta
cryptoxanthin terdapat pada jeruk, mangga, pepaya, melon, persik, dan
squash. Jenis antioksidan ini sangat baik untuk mengatasi radikal bebas.
Lycopene,
antioksidan yang berkemampuan melawan kanker ini ditemukan dalam jumlah
besar pada tomat, zat ini juga yang memberikan warna merah pada tomat.
Semangka dan anggur merah juga memiliki lycopen, tetapi dalam jumlah
yang jauh lebih sedikit. Orang yang banyak memakan tomat memiliki resiko
yang rendah akan kanker prostat. Secara umum, lycopene tampaknya
memberikan perlindungan terhadap kanker pada saluran pencernaan,
termasuk kanker usus besar, dan terhadap kanker paru-paru. Penelitian
terbaru menunjukkan lycopene yang juga dapat membantu mencegah penyakit
jantung.
2. Xanthophylls
Xanthopill termasuk karotenoid yang
banyak ditemukan pada sayuran berdaun hijau gelap. Di dalam tubuh,
xanthopil tidak diubah menjadi vitamin A. Anggota xanthopil, lutein dan
zeaxanthin, berkemampuan melindungi mata dari serangan radikal bebas.
Zeaxanthin membantu melindungi sel-sel halus makula, bagian dari retina,
dari efek berbahaya dari ultraviolet yang terdapat pada sinar matahari.
Capsanthin, salah satu antioksidan xantofil, ditemukan pada cabai dan paprika yang berwarna merah, semakin merah semakin baik.
3. Quercetin
Quercetin merupakan flavonoid yang
sangat aktif dan menjadi zat penting dalam banyak tanaman obat.
Bawang merupakan bahan makanan yang
mengandung banyak quercetin, masyarakat tradisional banyak menggunakan
bawang untuk mengobati asma dan alergi. Selain itu, quercetin juga dapat
membantu mencegah kanker dengan menghalangi pertumbuhan sel kanker.
4. Anthocyanin
Anthocyanin merupakan antioksidan
pembasmi radikal bebas yang sangat efektif, terutama pada pembuluh darah
kecil di mata anda. Anthocyanin bermanfaat untuk mencegah masalah
mata,terutama yang mempengaruhi retina Anda, seperti degenerasi makula.
Sebagian
besar tumbuhan memiliki kandungan antosianin terbesar pada bagian
buahnya. Sebagian tanaman lain, seperti teh, kakao, serealia, buncis,
kubis merah dan petunia juga memiliki kandungan antosinin pada bagian
tubuh selain buah. Anggur merupakan buah yang paling banyak dimanfaatkan
sebagai sumber antosianin karena kandungan pigmen tersebut cuku tinggi
di dalam kulit anggur. Ubi jalar dan rosella juga merupakan sumber
makanan yang mengandung antosianin.
1. dari keempat jenis flavonoid ini ,ada yang disebut Quercetin, bagaimana peran quercetin dan terdapat dalam tanaman apa saja??
2. quercetin juga berperan sebagai antioksidan, ada 3 gugus yang berperan dalam menjaga kestabilan&sebagai antioksidan pada quercetin,,,apa nama ketiga gugus tersebut??,
Kuersetin (Qouecetin) adalah salah satu zat aktif kelas falvonoid yang secara biologis amat kuat. Bila vitamin C mempunyai aktivitas antioksidan 1, maka kuersetin memiliki aktivitas antioksidan 4,7.
BalasHapusKuersetin dipercaya dapat melindungi tubuh dari beberapa jenis penyakit degenerative dengan cara mencegah terjadinya proses peroksida lemak. Kuersetin memperlihatkan kemampuan mencegah proses oksidasi dari Low Density Lipporoteins (LDL) dengan cara menangkap radikal bebas dan menghelat ion logam transisi.
kandungan kuersetin pada beberapa jenis makanan.
Food Source Qouersetin Content (mg/100g)
Apple, with skin 4,42
Broccoli, raw 3,21
Raw Onions 13,27
Spinach, raw 4,86
Black tea leavers, dry 204,66
Green tea leavers, dry 255,55
Red wine 0,84
menurut saya : ada 3 gugus dari struktur kuersetin yang membantu dalam menjaga kestabilan dan bertindak sebagai antioksidan ketika bereaksi dengan radikal bebas antara lain :
BalasHapus1. gugus o- dihidroksil pada cincin B
2. gugus 4- oxo dalam konjugasi dengan alkena 2,3
3. gugus 3 dan 5- hidroksil.
gugus tersebut dapat mendonorkan elektron kepada cincin yang akan meningkatkan jumlah resonansi dari struktur benzen senyawa kuersetin
terimakasih tmn2 atas komentarnya.............
BalasHapusSifat antioksidan dari senyawa kuersetin mampu menginhibisi proses karsinogegesis. Senyawa karsinogen merupakan senyawa yang mampu mengoksidasi DNA sehingga terjadi mutasi (Kakizoe, 2003).
BalasHapusKuersetin sebagai antioksidan dapat mencegah terjadinya oksidasi pada fase inisiasi maupun propagasi. Pada tahap inisiasi kuersetin mampu menstabilkan radikal bebas yang dibentuk oleh senyawa karsinogen seperti radikal oksigen, peroksida dan superoksida (Gordon, 1990). Kuersetin menstabilkan senyawa-senyawa tersebut melalui reaksi hidrogenasi maupun pembentukan kompleks (Ren, et al., 2003). Melalui reaksi tersebut radikal bebas diubah menjadi bentuk yang lebih stabil sehingga tidak mampu mengoksidasi DNA.
Flavonol terdiri atas quercetin; yang umumnya merupakan
BalasHapuskomponen terbanyak dalam tanaman, kaempferol, dan myricetin. Flavone;
yang terdiri atas apigenin dan luteolin, hanya ditemukan pada bahan pangan
tertentu, contohnya seledri, lada (hanya luteolin), dan peterseli (hanya
apigenin) (Lee, 2000). Dalam sayuran, quercertin glikosida merupakan
komponen yang paling menonjol. Namun, terdapat pula glikosida dari
kaempferol, luteolin, dan apigenin (Hertog et al. (a), 1992).