Apel sebagai anti kolesterol

kolesterol
Membiasakan makan sebuah apel (ukuran besar) tiap hari dapat menurunkan
8-11persen kadar kolesterol dan penurunan kolesterol bisa mencapai 16 persen
apabila kita mengonsumsi dua buah apel sehari.
Kolesterol adalah metabolit
yang mengandung lemak sterol
(bahasa
Inggris: waxy steroid) yang ditemukan pada membran sel
dan disirkulasikan dalam plasma darah.[3]
Merupakan sejenis lipid
yang merupakan molekul lemak atau yang menyerupainya. Kolesterol ialah jenis khusus
lipid yang disebut steroid. Steroids ialah lipid yang memiliki struktur kimia khusus.
Struktur ini terdiri atas 4 cincin atom karbon.
Steroid
lain termasuk steroid hormon seperti kortisol, estrogen, dan testosteron.
Nyatanya, semua hormon steroid terbuat dari perubahan struktur dasar kimia
kolesterol. Saat tentang membuat sebuah molekul dari pengubahan molekul yang lebih
mudah, para ilmuwan
menyebutnya sintesis.
Hiperkolesterolemia
berarti bahwa kadar kolesterol terlalu tinggi dalam darah.
Kolesterol
dapat dibuat secara sintetik. Kolesterol sintetik saat ini mulai diterapkan
dalam teknologi layar lebar (billboard) sebagai alternatif LCD.[4]
Tingginya kadar kolestrol
dalam tubuh menjadi pemicu munculnya berbagai penyakit. Pola makan sehat
merupakan faktor utama untuk mengghindari hal ini. Akan tetapi, tidak semua
kolestrol berdampak buruk bagi tubuh. Hanya kolestrol yang termasuk kategori LDL saja yang berakibat buruk sedangkan
jenis kolestrol [ HDL]
merupakan kolestrol yang dapat melarutkan kolestrol jahat dalam tubuh.
Apel adalah salah satu buah penurun kolesterol, zat apakah yang terkandung pada apel yang dapat menurunkan kolesterol?
Apel adalah salah satu buah sangat terkenal kaya akan serat dan zat antioksidan. Sudah tentu apel pun kaya vitamin C. Maka dari itu, apel bisa juga diandalkan sebagai penurun kolesterol.
BalasHapusSebaiknya apel dikonsumsi beserta kulitnya, karena di kulit inilah terdapat kandungan pektin
(serat larut yang ampuh sekali dalam menurunkan kadar kolesterol) dan antioksidan paling
banyak. Selain itu, pektin ini mampu mengikat berbagai zat, termasuk kolesterol, dan mengurangi penyerapannya dari saluran usus. Bentuk serat ini dapat menurunkan tingkat kolesterol darah.
Hasil penelitian memperlihatkan, pektin apel dapat mengurangi kandungan kolesterol LDL sebanyak 10%. Kolesterol LDL merupakan penyebab penyakit jantung dan stroke. Selain menurunkan LDL, apel tidak mengurangi kolesterol HDL atau kolesterol 'baik'. Sehingga apel diperkirakan mampu memperkecil risiko penyakit jantung hingga 20%.
Zat yang terkandung dalam apel yang dapat menurunkan kolestrol adalah pektin dan fenol. Pektin (serat larut) dalam apel tidak hanya bermanfaat menurunkan kolesterol, namun dapat mengikat logam berat, seperti timbal dan merkuri, dan mengeluarkannya dari tubuh. Kedua jenis serat dalam apel (larut dan tak larut) dapat berfungsi sebagai pelindung munculnya kanker. Pektin juga bermanfaat mengatasi diare karena kemampuannya membentuk feses tetap lunak, bulky, dan tidak cair. Apel adalah buah yang kaya dengan zat-zat fitokimiawi (phytochemicals), antara lain flavonoid dan fenol yang baik untuk kesehatan jantung. Di antara berbagai buah-buahan, apel mengandung fenol bebas paling tinggi. Fenol bebas tidak terikat dengan komponen lain dalam buah sehingga lebih mudah tersedia untuk diabsorpsi tubuh. Pektin dan fenol masing-masing berperan dalam penurunan kolesterol. Namun kombinasi keduanya seperti yang terdapat dalam apel memberikan efek lebih tinggi dibandingkan efek pektin atau fenol saja secara sendiri-sendiri. Jadi komponen kimiawi yang lengkap dalam apel saling bersinergi untuk mendukung kesehatan bagi yang mengonsumsinya.
BalasHapus